Senin, 16 Maret 2015

Cara Penilaian Baik dan Buruk

ETIKA adalah ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.
BAIK adalah sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif).
BURUK adalah segala yang tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku
Penilaian terhadap suatu perbuatan apakah itu baik ataupun buruk adalah relatif. Perbedaan penggunaan tolak ukur atau cara penilaian yang digunakan inilah yang menjadikan adanya banyak penilaian tentang perbuatan baik dan perbuatan buruk.

AJARAN AGAMA
Semua agama mengajarkan kebaikan. Perbuatan baik adalah perbuatan yang dilakukan atau dilaksanakan atas perintah, ajaran dan kehendah Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan perbuatan buruk adalah perbuatan yang dilakukan atau dilaksanakan melenceng dari perintah, ajaran dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Keimanan dan ketaqwaanlah yang dimiliki oleh setiap manusia itu sendirilah berperan penting yang mengarahkan, kearah mana manusia itu dalam berbuat. Walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang tinggi terhadap Tuhan dan agamanya lepas dari kesalahan karena kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa. Ukuran baik dan buruk yang berlandaskan norma agama kebenarannya lebih dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.

ADAT ISTIADAT
Penilaian perbuatan baik atau buruk menurut adat istiadat biasanya telah di tentukan oleh peraturan tertulis atau yang tidak tertulis yang telah di buat oleh nenek moyang atau orang tertua atau orang yang dihormati oleh masyarakat adat tersebut secara turun-temurun dan menjadi sebuah kebiasaan. Masing-masing kelompok adat atau masyarakat tertentu memiliki batasan-batasan tersendiri tentang aturan yang harus diikuti dan yang harus dihindari. Sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat satu belum tentu dianggap baik pula oleh masyarakat yang lain.

KEBAHAGIAAN (HEDONISME)
Ada tiga sudut pandang dari faham ini yaitu:
1. Hedonisme individualistik/egostik hedonism yang menilai bahwa jika suatu keputusan baik bagi pribadinya maka disebut baik, sedangkan jika keputusan tersebut tidak baik maka itulah yang buruk.
2. Hedonisme rasional/rationalistic hedonism yang berpendapat bahwa kebahagian atau kelezatan individu itu haruslah berdasarkan pertimbangan akal sehat.
3.  Universalistic hedonism yang menyatakan bahwa yang menjadi tolok ukur apakah suatu perbuatan itu baik atau buruk adalah mengacu kepada akibat perbuatan itu melahirkan kesenangan atau kebahagiaan kepada seluruh makhluk.

BISIKAN HATI
Manusia memiliki kekuatan batin yang dapat membedakan baik atau buruknya suatu perbuatan. Faham ini merupakan bantahan terhadap faham hedonism karena kekuatan batin yang dapat mengidentifikasi apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk tanpa terlebih dahulu melihat akibat yang ditimbulkan dari perbuatan itu. Perbuatan baik merupakan perbuatan yang dinilai baik sesuai dengan penilaian hati nurani yang dipandang baik. Sebaliknya, perbuatan buruk merupakan perbuatan yang dipandang buruk berdasarkan hati nurani manusia. Tujuan utama dari aliran ini adalah keutamaan, keunggulan, keistimewaan yang dapat juga diartikan sebagai kebaikan budi pekerti.

EVOLUSI
Evolusi merupakan proses berkembangnya semua yang ada di alam menuju kesempurnaan. Menurut paham ini, semua yang ada di alam selalu (berangsur-angsur) mengalami evolusi. Manusia pada dasarnya selalu mengalami perkembangan, khususnya pada tingkah lakunya. Hal tersebut pasti terjadi karena manusia selalu ingin mencapai tujuan hidupnya. Tujuan hidup manusia menurut paham ini adalah kebahagiaan, yang menyebabkan manusia harus berkembang terus sesuai dengan lingkungannya agar tujuan atau cita-cita hidupnya tercapai. Darwin dalam bukunya, Origin of Species dengan konsepselection of nature, struggle for life, dan survival for the fittest. Inti dari teori tersebut bahwa alam akan selalu menyaring segala yang ada di alam, dalam hal ini yang mampu bertahanlah yang akan tetap hidup. Mengadopsi dari teori Darwin, bahwa yang bertahan dalam hal ini adalah nilai moral. Seiring berkembangnya zaman dan juga perilaku manusia, maka yang nilai moralnya tetap bertahan akan dipandang baik dan yang tidak bertahan akan dipandang buruk.

UTILITARISME
Utilitarisme berasal dari kata utilis yang berarti berguna. Sesuatu yang berguna dapat dipandang baik, dan yang tidak berguna dipandang buruk. Pada masa sekarang ini, perkembangan dibidang teknik lebih pesat sehingga kegunaan dalam hal ini menjadi yang paling utama. Hal tersebut menyebabkan kegunaan selalu dikaitkan dengan materi dan juga hanya menganggap apa saja yang ada gunanya. Kemudian berkembang lagi pengertian kegunaan menjadi bermanfaat agar tidak selalu berhubungan dengan materi. Salah satu contohnya adalah kegunaan dalam hal rohani, yaitu orang yang bermanfaat bagi orang lain akan selalu dipandang baik, dan sebaliknya yang merugikan orang lain akan selalu dipandang buruk.

MARXISME
Segala sesuatu yang ada dikuasai oleh keadaan material dan keadaan material pun juga harus mengikuti jalan dialektikal itu. Segala caradiperbolehkan dalam aliran ini, asal yang dilakukan dapat mencapai tujuan.Cara apapun yang ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan dianggap baik berdasarkan aliran marxisme ini. Sebaliknya, mereka yang tidakdapat melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan dianggap buruk.

EUDAEMONISME
Pokok paham ini adalah kebahagiaan diri sendiri dan kebahagiaan orang lain. Hal ini berarti paham ini tidak hanya mementingkan kebahagiaan diri sendiri yang menjadi tujuan utama dalam hidupnya. Manusia yang dapat mencapai kebahagiaan sendiri dan juga orang lain dianggap baik, dan juga sebaliknya. Menurut Aristoteles, untuk mencapai eudaemonia ini diperlukan 4 hal yaitu:
     1.   Kesehatan, kebebasan, kemerdekaan, kekayaan dan kekuasaan
     2.   Kemauaan
     3.   Perbuatan baik
     4.   Pengetahuan batiniah.

PRAGMATISME
Pokok dari faham pragmatisme ini adalah sesuatu yang berguna bagi diri sendiri baik yang bersifat moral maupun material. Pragmatisme menitikberatkan pada pengalaman. Para penganut pragmatisme tidak mengenal istilah kebenaran. Kebenaran hanyalah hal yang bersifat abstrak dan tidak menjadi suatu hal yang penting dalam kehidupannya. Penilaian baik dan buruk hanya dilihat dari pengalaman hidup dan lingkungannya.  

KOMUNISME
Dalam dunia politik, aliran komunisme adalah salah satu aliran yang paling berpengaruh. Aliran ini berpendapat bahwa kaum buruh dan tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Penilaian baik dan buruk tergantung pada bagaimana mereka dapat mengikuti dengan baik sebagai apa mereka seharusnya. Buruh yang seharusnya menuruti semua perintah atasannya, maka itu yang disebut baik dan disebut buruk apabila buruh tidak menuruti semua perintah atasannya.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar