Senin, 06 Januari 2014

Yuk Ber-Makeup dengan Tepat!

Wajah sempurna yang bebas dari kotoran maupun bintik hitam merupakan impian semua orang, apalagi bagi para kaum wanita. Oleh karena itu, banyak dari kita yang mencoba berbagai produk kecantikan agar wajah terlihat sempurna.

Namun setelah memakai produk tersebut, terkadang kita suka asal dalam membersihkan wajah dan bisa berakibat buruk bagi kulit. Yuk ikuti teknik bersihkan wajah dengan benar...

1. Pijat ke atas
Ketika membersihkan muka atau mengoleskan serum dan lotion, lakukanlah dengan pijat ke atas dengan gerakan memutar. Cara ini bisa dengan cepat mengaktifkan kandungan di dalam serum maupun lotion untuk bekerja di kulit, dan mengangkat minyak, kotoran, serta bakteri.

2. Gunakan makeup dengan gerakan ke bawah
Untuk make up, direkomendasikan untuk memakainya dengan gerakan ke bawah. Cara ini membuat riasan tetap bertahan di permukaan kulit dan tidak akan bersarang di pori-pori.

3. Hindari tidur dengan make up
Jangan pernah tidur tanpa membersihkan make up terlebih dulu! Paling tidak kamu harus membersihkannya dengan tisu khusus membersihkan wajah.

4. Pengelupasan kulit sangat penting
Ketika suhu mulai naik, maka kulit cenderung akan lebih berminyak. Pengelupasan pada kulit pun bisa membantu membuang jauh-jauh kulit mati yang tumbuh di permukaan kulit, yang bisa menyumbat pori-pori dan menimbulkan komedo.

5. Biarkan kulit beristirahat
Satu kali dalam seminggu, coba habiskan waktu selama 24 jam untuk membebaskan kulit wajahmu dari sentuhan make up. Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau rawan berjerawat, cara ini bisa menjauhkan dari minyak maupun hal lain yang bisa merusak kulit.

Benarkah Wanita Membutuhkan Waktu Tidur Yang Lebih Lama Dibandingkan Pria?



Tidur merupakan kegiatan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk beristirahat dan memulihkan energy tubuh yang hilang setelah beraktivitas seharian. Meski demikian, ternyata waktu tidur yang dibutuhkan antara wanita dan pria berbeda.

Dilansir dari Dailymail, penelitian melaporkan kalau wanita harus lebih banyak tidur dibandingkan pria. Penelitian yang dilakukan di Duke University, North Carolina ini menemukan sebuah jawaban yang menjelaskan bahwa otak wanita membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk tidur sebab wanita lebih multi-tasking daripada pria. Wanita mampu mengerjakan beberapa hal secara bersamaan.

“Wanita membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dibandingkan pria. Mereka adalah makhluk yang multi-tasking, oleh sebab itu mereka membutuhkan cadangan energi yang lebih banyak,” ungkap Dr Michael Breus, salah seorang peneliti.

Tak hanya itu, penelitian yang juga menemukan bahwa perempuan yang kurang tidur akan mudah marah dan gampang menderita depresi, hal sebaliknya tidak akan berpengaruh pada pria jika kurang tidur.

Salah satu fungsi utama dari tidur adalah membuat otak kembali segar dan juga memperoleh kembali energi yang hilang. Oleh karena itu bagi Anda para wanita, luangkan lebih banyak waktu untuk tidur malam atau bahkan menyisihkan waktu untuk tidur siang.

Bahaya Kurang Tidur



Menyambut malam tahun baru kemarin tentunya banyak orang yang kurang tidur. Tetapi bagi kesehatan efek kurang tidur merupakan efek yang merugikan bagi tubuh. Menurut para peneliti melaporkan bahwa kurang tidur memiliki efek seperti kepala terbentur.

Dilansir dari Dailymail, Peneliti mengungkapkan bahwa kerusakan yang disebabkan kurang tidur pada otak sama dengan kerusakan ketika kepala terbentur atau terkena pukulan. Peneliti mengungkapkan bahwa kurang tidur bisa menyebabkan perubahan pada otak yang hampir sama dengan seseorang terkenal pukulan di kepala.

Hasil ini didapatkan peneliti setelah melakukan pemeriksaan pada pria muda yang sehat. Mereka menunjukkan adanya pelonjakan zat kimia yang menandakan adanya kerusakan pada otak setelah mereka tidak tidur semalaman.

Professor Christian Benedict dari Uppsala University, Swedia menjelaskan kalau zat kimia NSE dan S100B merupakan penanda adanya kerusakan pada otak, ketika terjadi benturan. Ia juga menjelaskan bahwa peneliti menemukan adanya kenaikan zat kimia dalam darah pada partisipan yang kurang tidur semalaman.

“Memang tidak sebanyak ketika kepala terbentur, namun kenaikan tersebut tetap signifikan. Selama tidur, otak membersihkan diri dari zat-zat racun. Karena tak tidur, makan tingkat NSE dan S-100B menjadi meningkat,” ungkapnya.

Menurut Profesor Benedict, hasil ini juga mendukung penemuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa kurang tidur bisa meningkatkan risiko Alzheimer, Parkinson, dan penyakit Sclerosis. Penelitian ini tentunya semakin memperkuat bahwa tidur sangat penting bagi kesehatan otak.

Sementara itu, banyak peneliti percaya bahwa jam tidur yang tidak teratur dan kurang tidur bisa menyebabkan banyak penyakit mulai dari sakit sendi hingga jantung. Bahkan kurang tidur dari delapan jam ditenggarai dapat merusak IQ seseorang.